<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kulinerzone &#124; Makanan Asli Indonesia</title>
	<atom:link href="http://www.kulinerzone.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.kulinerzone.com</link>
	<description>Wisata Kuliner Nusantara &#124; Resep Masakan Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 12:30:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
		<item>
		<title>Sejarah Cirebon</title>
		<link>http://www.kulinerzone.com/sejarah-cirebon.htm</link>
		<comments>http://www.kulinerzone.com/sejarah-cirebon.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Aug 2011 12:50:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kulinerzone</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kulinerzone.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[KISAH asal-usul Cirebon dapat ditemukan dalam historiografi tradisional yang ditulis dalam bentuk manuskrip (naskah) yang ditulis pada abad ke-18 dan ke-19. Naskah-naskah tersebut dapat dijadikan pegangan sementara sehingga sumber primer ditemukan. Diantara naskah-naskah yang memuat sejarah awal Cirebon adalah Carita Purwaka Caruban Nagari, Babad Cirebon, Sajarah Kasultanan Cirebon, Babad Walangsungsang, dan lain-lain. Yang paling menarik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>KISAH asal-usul Cirebon dapat ditemukan dalam historiografi tradisional yang ditulis dalam bentuk manuskrip (naskah) yang ditulis pada abad ke-18 dan ke-19. Naskah-naskah tersebut dapat dijadikan pegangan sementara sehingga sumber primer ditemukan.<br />
<a href="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/DSC_7847.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-123" title="DSC_7847" src="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/DSC_7847-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Diantara naskah-naskah yang memuat sejarah awal Cirebon adalah Carita Purwaka Caruban Nagari, Babad Cirebon, Sajarah Kasultanan Cirebon, Babad Walangsungsang, dan lain-lain. Yang paling menarik adalah naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, ditulis pada tahun 1720 oleh Pangeran Aria Cirebon, Putera Sultan Kasepuhan yang pernah diangkat sebagai perantara para Bupati Priangan dengan VOC antara tahun 1706-1723.<br />
Dalam naskah itu pula disebutkan bahwa asal mula kata “Cirebon” adalah “sarumban”, lalu mengalami perubahan pengucapan menjadi “Caruban”. Kata ini mengalami proses perubahan lagi menjadi “Carbon”, berubah menjadi kata “Cerbon”, dan akhirnya menjadi kata “Cirebon”. Menurut sumber ini, para wali menyebut Carbon sebagai “Pusat Jagat”, negeri yang dianggap terletak ditengah-tengah Pulau Jawa. Masyarakat setempat menyebutnya “Negeri Gede”. Kata ini kemudian berubah pengucapannya menjadi “Garage” dan berproses lagi menjadi “Grage”.<br />
Menurut P.S. Sulendraningrat, penanggung jawab sejarah Cirebon, munculnya istilah tersebut dikaitkan dengan pembuatan terasi yang dilakukan oleh Pangeran Cakrabumi alias Cakrabuana. Kata “Cirebon” berdasarkan kiratabasa dalam Bahasa Sunda berasal dari “Ci” artinya “air” dan “rebon” yaitu “udang kecil” sebagai bahan pembuat terasi. Perkiraan ini dihubungkan dengan kenyataan bahwa dari dahulu hingga sekarang, Cirebon merupakan penghasil udang dan terasi yang berkualitas baik.<br />
<a href="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/DSCN0383.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-126" title="DSCN0383" src="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/DSCN0383-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Berbagai sumber menyebutkan tentang asal-usul Sunan Gunung Jati, pendiri Kesultanan Cirebon. Dalam sumber lokal yang tergolong historiografi, disebutkan kisah tentang Ki Gedeng Sedhang Kasih, sebagai kepala Nagari Surantaka, bawahan Kerajaan Galuh. Ki Gedeng Sedhang Kasih, adik Raja Galuh, Prabu Anggalarang, memiliki puteri bernama Nyai Ambet Kasih. Puterinya ini dinikahkan dengan Raden Pamanah Rasa, putra Prabu Anggalarang.</p>
<p>Karena Raden Pamanah Rasa memenangkan sayembara lalu menikahi puteri Ki Gedeng Tapa yang bernama Nyai Subanglarang, dari Nagari Singapura, tetangga Nagari Surantaka. Dari perkawinan tersebut lahirlah tiga orang anak, yaitu Raden Walangsungsang, Nyai Lara Santang dan Raja Sangara. Setelah ibunya meninggal, Raden Walangsungsang serta Nyai Lara Santang meninggalkan Keraton, dan tinggal di rumah Pendeta Budha, Ki Gedeng Danuwarsih.</p>
<p>Puteri Ki Gedeng Danuwarsih yang bernama Nyai Indang Geulis dinikahi Raden Walangsungsang, serta berguru Agama Islam kepada Syekh Datuk Kahfi. Raden Walangsungsang diberi nama baru, yaitu Ki Samadullah, dan kelak sepulang dari tanah suci diganti nama menjadi Haji Abdullah Iman. Atas anjuran gurunya, Raden Walangsungsang membuka daerah baru yang diberi nama Tegal Alang-alang atau Kebon Pesisir. Daerah Tegal Alang-alang berkembang dan banyak didatangi orang Sunda, Jawa, Arab, dan Cina, sehingga disebutlah daerah ini “Caruban”, artinya campuran. Bukan hanya etnis yang bercampur, tapi agama juga bercampur.<br />
<a href="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/DSCN9999.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-132" title="DSCN9999" src="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/DSCN9999-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Atas saran gurunya, Raden Walangsungsang pergi ke Tanah Suci bersama adiknya, Nyai Lara Santang. Di Tanah Suci inilah, adiknya dinikahi Maulana Sultan Muhammad bergelar Syarif Abdullah keturunan Bani Hasyim putera Nurul Alim. Nyai Lara Santang berganti nama menjadi Syarifah Mudaim.<br />
Dari perkawinan ini, lahirlah Syarif Hidayatullah yang kelak menjadi Sunan Gunung Jati. Dilihat dari Genealogi, Syarif Hidayatullah yang nantinya menjadi salahseorang Wali Sanga, menduduki generasi ke-22 dari Nabi Muhammad.<br />
<a href="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/DSC_78141.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-133" title="DSC_7814" src="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/DSC_78141-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Sesudah adiknya kawin, Ki Samadullah atau Abdullah Iman pulang ke Jawa. Setibanya di tanah air, mendirikan Masjid Jalagrahan, dan membuat rumah besar yang nantinya menjadi Keraton Pakungwati. Setelah Ki Danusela meninggal Ki Samadullah diangkat menjadu Kuwu Caruban dan digelari Pangeran Cakrabuana. Pakuwuan ini ditingkatkan menjadi Nagari Caruban larang. Pangeran Cakrabuana mendapat gelar dari ayahandanya, Prabu Siliwangi, sebagai Sri Mangana, dan dianggap sebagai cara untuk melegitimasi kekuasaan Pangeran Cakrabuana.<br />
Setelah berguru di berbagai negara, kemudian berguru tiba di Jawa. Dengan persetujuan Sunan Ampel dan para wali lainnya disarankan untuk menyebarkan agama Islam di Tatar Sunda. Syarif Hidayatullah pergi ke Caruban Larang dan bergabung dengan uwaknya, Pangeran Cakrabuana. Syarif Hidayatullah tiba di pelabuhan Muara Jati kemudian terus ke Desa Sembung-Pasambangan, dekat Amparan Jati, dan mengajar Agama Islam, menggatikan Syekh Datuk Kahfi.<br />
Syekh Jati juga mengajar di dukuh Babadan. Di sana ia menemukan jodohnya dengan Nyai Babadan Puteri Ki Gedeng Babadan. Karena isterinya meninggal, Syekh Jati kemudian menikah lagi dengan Dewi Pakungwati, puteri Pangeran Cakrabuana, disamping menikahi Nyai Lara Bagdad, puteri sahabat Syekh Datuk Kahfi.</p>
<p>Syekh Jati kemudian pergi ke Banten untuk mengajarkan agama Islam di sana. Ternyata Bupati Kawunganten yang keturunan Pajajaran sangat tertarik, sehingga masuk Islam dan memberikan adiknya untuk diperistri. Dari perkawinan dengan Nyai Kawunganten, lahirlah Pangeran Saba Kingkin, kelak dikenal sebagai Maulana Hasanuddin pendiri Kerajaan Banten. Sementara itu Pangeran Cakrabuana meminta Syekh Jati menggantikan kedudukannya dan Syarif Hidayatullah pun kembali ke Caruban. Di Cirebon ia dinobatkan sebagai kepala Nagari dan digelari Susuhunan Jati atau Sunan Jati atau Sunan Caruban atau Cerbon. Sejak tahun 1479 itulah, Caruban Larang dari sebuah nagari mulai dikembangkan sebagai Pusat Kesultanan dan namanya diganti menjadi Cerbon.</p>
<p>Pada awal abad ke-16 Cirebon dikenal sebagai kota perdagangan terutama untuk komoditas beras dan hasil bumi yang diekspor ke Malaka. Seorang sejarawan Portugis, Joao de Barros dalam tulisannya yang berjudul Da Asia bercerita tentang hal tersebut. Sumber lainnya yang memberitakan Cirebon periode awal, adalah Medez Pinto yang pergi ke Banten untuk mengapalkan lada. Pada tahun 1596, rombongan pedagang Belanda dibawah pimpinan Cornellis de Houtman mendarat di Banten. Pada tahun yang sama orang Belanda pertama yang datang ke Cirebon melaporkan bahwa Cirebon pada waktu itu merupakan kota dagang yang relatif kuat yang sekelilingnya dibenteng dengan sebuah aliran sungai.</p>
<p>Sejak awal berdirinya, batas-batas wilayah Kesultanan Cirebon termasuk bermasalah. Hal ini disebabkan, pelabuhan Kerajaan Sunda, yaitu Sundakalapa berhasil ditaklukan. Ketika Banten muncul sebagai Kesultanan yang berdaulat ditangan putra Susuhunan Jati, yaitu Maulana Hasanuddin, masalahnya timbul, apakah Sunda Kalapa termasuk kekuasaan Cirebon atau Banten?</p>
<p>Bagi Kesultanan Banten, batas wilayah ini dibuat mudah saja, dan tidak pernah menimbulkan konflik. Hanya saja pada tahun 1679 dan 1681, Cirebon pernah mengklaim daerah Sumedang, Indramayu, Galuh, dan Sukapura yang saat itu dipengaruhi Banten, sebagai wilayah pengaruhnya.<br />
Pada masa Panembahan Ratu, perhatian lebih diarahkan kepada penguatan kehidupan keagamaan. Kedudukannya sebagai ulama, merupakan salah satu alasan Sultan Mataram agak segan untuk memasukkan Cirebon sebagai daerah taklukan. Wilayah Kesultanan Cirebon saat itu meliputi Indramayu, Majalengka, Kuningan, Kabupaten dan Kotamadya Cirebon sekarang. Ketika Panembahan Ratu wafat, tahun 1649 ia digantikan oleh cucunya Panembahan Girilaya atau Panembahan Ratu II. Dari perkawinannya dengan puteri Sunan Tegalwangi, Panembahan Girilaya memiliki 3 anak, yaitu Pangeran Martawijaya, Pangeran Kertawijaya, dan Pangeran Wangsakerta. Sejak tahun 1678, di bawah perlindungan Banten, Kesultanan Cirebon terbagi tiga, yaitu pertama Kesultanan Kasepuhan, dirajai Pangeran Martawijaya, atau dikenal dengan Sultan Sepuh I. Kedua Kesultanan Kanoman, yang dikepalai oleh Pangeran Kertawijaya dikenal dengan Sultan Anom I dan ketiga Panembahan yang dikepalai Pangeran Wangsakerta atau Panembahan Cirebon I.</p>
<p>Kota Cirebon tumbuh perlahan-lahan. Pada tahun 1800 Residen Waterloo mencoba membuat pipa saluran air yang mengalir dari Linggajati, tetapi akhirnya terbengkalai. Pada tahun 1858, di Cirebon terdapat 5 buah toko eceran dua perusahaan dagang. Pada tahun 1865, tercatat ekspor gula sejumlah 200.000 pikulan (kuintal), dan pada tahun 1868 3 perusahaan Batavia yang bergerak di bidang perdagangan gula membuka cabangnya di Cirebon. Pada tahun 1877, di sana sudah berdiri pabrik es, dan pipa air minum yang menghubungkan sumur-sumur artesis dengan perumahan dibangun pada tahun 1877. Pada awal abad ke-20, Cirebon merupakan salahsatu dari lima kota pelabuhan terbesar di Hindia Belanda, dengan jumlah penduduk 23.500 orang. Produk utamanya adalah beras, ikan, tembakau dan gula.***<br />
<img src="http://" alt="" /><ins datetime="2011-08-08T23:46:52+00:00"><img src="http://" alt="null" /><a href="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/DSCN03805.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-150" title="DSCN0380" src="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/DSCN03805-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></ins></p>
<p><img src="http://" alt="" /><a href="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/DSC_78142.jpg"><img src="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/DSC_78142-150x150.jpg" alt="" title="DSC_7814" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-163" /></a></p>
<p><img src="http://" alt="" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kulinerzone.com/sejarah-cirebon.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Khasiat Daging Kelinci</title>
		<link>http://www.kulinerzone.com/khasiat-daging-kelinci.htm</link>
		<comments>http://www.kulinerzone.com/khasiat-daging-kelinci.htm#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Aug 2011 14:32:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kulinerzone</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[sehat lezat si kelinci]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kulinerzone.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Kelinci, selain lucu sebagai binatang piaraan, ternyata juga sangat lezat untuk dikonsumsi sekaligus menyehatkan serta bahan obat untuk penyakit asma. BERBURU makanan enak di Cirebon memang tak akan pernah ada habisnya. Bahkan semakin hari, terus bertambah saja tempat-tempat makan di penjuru kota yang menawarkan berbagai menu khas. Salah satunya yang masih tergolong baru dan tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><a href="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/BAKMI-JAWA-KARTINI.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-173" title="BAKMI JAWA KARTINI" src="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/BAKMI-JAWA-KARTINI-150x150.jpg" alt="Lokasi penjualan sate kelinci" width="150" height="150" /></a><a href="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/Diskusi-kuliner.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-176" title="Diskusi kuliner" src="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/Diskusi-kuliner-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Kelinci, selain lucu sebagai binatang piaraan, ternyata juga sangat lezat untuk dikonsumsi sekaligus menyehatkan serta bahan obat untuk penyakit asma.</p>
<p><a href="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/DSC_7814.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-105" title="DSC_7814" src="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/DSC_7814-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>BERBURU makanan enak di Cirebon memang tak akan pernah ada habisnya. Bahkan semakin hari, terus bertambah saja tempat-tempat makan di penjuru kota yang menawarkan berbagai menu khas. Salah satunya yang masih tergolong baru dan tidak banyak bisa dijumpai di tempat makan lain (resto, depot, warung, lesehahan) adalah sate kelinci.</p>
<p>Selama ini, sate kelinci oleh sebagian penikmatnya baru bisa didapat di daerah-daerah berudara dingin atau pegunungan, seperti Malang maupun Pandaan. Namun seiring mewabahnya informasi kuliner di masyarakat, kini jauh dari pucuk gunung pun, seperti di Cirebon, sate kelinci dapat dinikmati dengan cita rasa istimewanya.</p>
<p>Seperti pengalaman  Aldilla  ketika berakhir pekan dengan jalan-jalan di seputaran Cirebon untuk menyantap kelezatan daging kelinci yang diolah menjadi sate maupun sop. Namun sayang, di tengah cuaca sore yang mendung itu kami kurang beruntung sehingga hanya dapat menyantap satenya saja tanpa ditemani suguhan sop kelinci yang kabarnya top-top markotop itu.<br />
<a href="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/DSCN03804.jpg"></a></p>
<p>Bertempat di  Sekumpulan rumah makan  di Jl. Kartini  10  Cirebon yang dinamakan  Zona Kuliner Cirebon, kami mencoba menambatkan hati untuk menikmati hidangan sate  kelinci  di zona ini. Tempatnya cukup refresentaif dan bersih. Pelayanannya pun cukup tepat waktu. Mencarinya pun tak sulit, karena di estalasenya terpampang tegas plakatnya “Sate Kelinci sehat dan lezat”.</p>
<p>Gurih dan kelezatan sate kelinci dengan bumbunya sepintas memang tidak ada bedanya dengan sate lainnya (sate ayam maupun sate kambing). Hanya saja teste dan tekstur kelinci bisa jadi merupakan pembedanya.  Rasa daging kelinci unsur gurihnya tidak begitu tajam sebagaimana ayam, namun teksturnya cukup lembut dan tidak sekeras daging kambing.<br />
Menurut si pembakar sate kelinci Zaki, kehadirannya di  Cirebon dengan menu pilihan utama sate dan sop kelinci, adalah sebuah terobosan jemput bola yang diperuntukkan bagi mereka yang hobi makan sate kelinci tanpa harus jauh-jauh ke Malang.  Di samping itu, juga karena di kota Wali sendiri sendiri belum banyak orang yang membuka bisnis tempat makanan serupa.</p>
<p>Apalagi, di pasaran daging kelinci tidak dijual bebas, melainkan harus memotong sendiri. Di  outlet Zaki sendiri, kelinci-kelinci siap potong selalu datang setiap dua minggu sekali berkat pasokan peternak kelinci asal  Lembang  yang merupakan kerabanya sendiri. Selain itu ada juga pemasok dari daerah Malang dan sekitarnya, sehingga stoknya selalu tak pernah kehabisan.</p>
<p><strong>Daging Kelinci  Empuk dan Manis</strong><br />
<a href="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/sate-kelinci.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-113" title="sate kelinci" src="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/sate-kelinci.jpg" alt="" width="127" height="103" /></a>DAGING sate kelinci biasanya diambil dari kelinci siap potong yang berusia antara 4-6 bulan. Dipilihnya kelinci usia itu, karena rasa dagingnya empuk dan manis. Biasanya dari satu kelinci yang gemuk dapat diperoleh 60-90 tusuk sate. Sementara sisanya yang berupa potongan daging dan tulang-tulangnya biasanya dijadikan bahan gulai atau sop.</p>
<p>Dalam penyajiannya, sate kelinci tak ubahnya sate lainnya. Bumbunya pun sama yaitu terdiri atas bumbu kacang bercampur irisan bawang dan kecap manis, plus jeruk nipis. Di Resto tempat  Pak Zaki  satu porsi sate kelinci yang terdiri dari 10 tusuk dihargai Rp. 13.000 sudah termasuk nasi atau lontong siap santap.</p>
<p>Sebagai teman bersantap sate maupun sop kelinci tersedia minuman khas yang menyehatkan, yaitu  wedang jahe atau es kacang merah nan menyegarkan. Masing-masing dihargai 4.000 dan 6000 perak per gelas. Jadi cukup murah daripada harus jauh-jauh berburu sate kelinci ke Malang atau ke Teretes Prigen yang memerlukan waktu tidak sedikit.</p>
<p>So, bagi yang membawa teman makan namun kurang selera dengan sate kelinci, di  Resto tempat Pak Zaki tersedia juga menu lain yaitu Empat Gentong makanan khas Cirebon,  Soto betawi, Bakmi Jawa dan baso mercon. Selain sate kelinci Zaki, di  Cirebon,   sate dan menu berbahan khusus daging kelinci ini juga bisa di peroleh di kawasan  jalan  ke Kuningan.</p>
<p><strong>Daging Kelinci Dapat Sembuhkan Asma</strong><br />
<a href="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/kelinci-hidup.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-114" title="kelinci hidup" src="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/kelinci-hidup.jpg" alt="" width="150" height="140" /></a>SELAIN dagingnya yang cukup banyak digemari orang sebagai bahan sate, sop  atau gulai, ternyata daging kelinci juga cukup mujarab sebagai obat asma. Khasiat ini sudah dibuktikan secara ilmiah oleh mahasiswa Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang yang terdiri dari Dian Kesuma. Bahkan berkat keberhasilannya menemukan obat asma itu, mereka dinobatkan sebagai juara nasional dalam lomba karya ilmiah tingkat nasional bidang IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) yang digelar di Solo beberapa waktu lalu.</p>
<p>Menurut Dian Kesuma, hasil penelitian tersebut bermula dari pengalaman pribadinya, yang sejak SD mengidap penyakit asma.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kulinerzone.com/khasiat-daging-kelinci.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sate Kelinci Cirebon</title>
		<link>http://www.kulinerzone.com/sate-kelinci-cirebon.htm</link>
		<comments>http://www.kulinerzone.com/sate-kelinci-cirebon.htm#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Aug 2011 01:26:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kulinerzone</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[sata kelinci lezat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kulinerzone.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Zona Kuliner Cirebon berlokasi di dekat Masjid Agung At-Taqwa Cirebon Telpon.0231.226461 atau HP.0815.8788.151 Kalau ke Cirebon, Jangan Lupa Makan Sate Kelinci CIREBON ? Bila mendengar kata ini pasti yang terlintas di benak kita adalah ‘Batik Cirebon’ , “Empal gentong” dan makam Sunan Gunung Jatinya. Ya, memang di kota Wali ini banyak sekali Situsnya terutama Situs [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Zona Kuliner Cirebon berlokasi di dekat Masjid Agung At-Taqwa Cirebon<br />
Telpon.0231.226461 atau  HP.0815.8788.151<br />
Kalau ke Cirebon, Jangan Lupa Makan Sate Kelinci<br />
CIREBON ?  Bila mendengar kata ini pasti yang terlintas di benak kita adalah ‘Batik Cirebon’ , “Empal gentong”  dan makam Sunan Gunung Jatinya. Ya, memang di kota Wali ini banyak sekali  Situsnya terutama Situs Sunan Gunung Jati. Di sepanjang jalan terdapat beragam suguhan kuliner yang enak dan murah. Tapi kali ini, saya beserta  5 teman ingin mencoba makanan yang berbeda  yaitu Sate Kelinci. </p>
<p>Perjalanan dari Jakarta ke Cirebon menempuh waktu 3 jam,  cukup melelahnya kami sampai di kota Cirebon pupul 11.00. Saat sudah di kota  Cirebon, kami mampir ke Sate Kelinci di  Pak Zaki untuk mengisi perut yang keroncongan.   Rumah makan ini terletak di Jalan  Kartini 10 Cirebon Sebelah Rel. Cirebon-Semarang,  dekat mesjid  Agung At-Taqwa Cirebon satu2nya zona kuliner Cirebon yang unik. . Harga makanan per porsi berkisar antara 10-18 ribu rupiah. Di sana tidak hanya ada sate kelinci, tapi juga ada  sop kelinci. Tapi tenang saja, bagi yang ’tidak tega’ untuk menyantap hewan lucu ini, ada menu lain yaitu sate ayam, sate kambing, dan sate sapi makanan khas  daerah seperti  Empal Gentong, Nasi Jamblang, bakmi Jawa, soto betawi, Pecel Madiun  bahkan  Baso Mercon  Dahsyat, bebek goreng, gule kepala kakap pun ada disini. Penjualan sate kelinci ini menempati  rumah makan yang cukup besar  yang dibuat merupakan food cort.  Karena kami rombongan kami diberikan ruangan ber AC  khusus rombongan &#038; keluarga.  Akhirnya kami memesan 4 porsi sate kelinci, 1 porsi  empat gentong, dan 1 porsi  Pecel Madiun Rasanya enak dan mantap !  Minumnya  es kacang merah .  Perut kenyang, hati pun senang.</p>
<p>Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan ke Gunung  Ciremai. Salah satu tempat wisata yang terkenal di Indonesia ini terletak di sekitar 20 Km ke arah utara kota  Cirebon. Gunung ini mempunyai ketinggian 2.084 meter. Karena kami datang pada hari Minggu, banyak sekali wisatawan yang datang terutana  wisatawan lokal. Disana udaranya sangat sejuk dan pemandangannya indah. Kami pun tidak melewatkan momen ini dan berfoto-foto cukup banyak. Kami sangat senang dan tertawa bersama.</p>
<p>Di sekitar area Gunung  Ciremai, banyak pedagang yang menjual  jajanan khas  Cirebon. Seperti Ikan kering, Udang kering,  Tahu,  Tape, serta  Kerupuk kerbau.  Tentunya harus pintar-pintar menawar agar harganya murah. Kami membeli beberapa jajanan untuk oleh-oleh keluarga dan teman. Sempat terjadi kehebohan karena handphone  milik teman saya hilang, ternyata handphone tersebut jatuh tidak jauh dari tempat kami berbelanja. Teman saya itu pun berhenti menangis, saya dan yang lain hanya menertawai kecerobohannya hahaha.</p>
<p>Tak terasa hari pun makin sore, waktu menunjukkan pk. 17.00. Kami pun memutuskan untuk pulang. Sungguh liburan yang menyenangkan. Hati gembira, pikiran segar, dan tentunya makin akrab dengan teman-teman. It was such a great holiday in Cirebon ! </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kulinerzone.com/sate-kelinci-cirebon.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Protected: bakso lezat di Cirebon</title>
		<link>http://www.kulinerzone.com/bakso-lezat-di-cirebon.htm</link>
		<comments>http://www.kulinerzone.com/bakso-lezat-di-cirebon.htm#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Aug 2011 07:07:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kulinerzone</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[bakso lezat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kulinerzone.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[There is no excerpt because this is a protected post.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><form action="http://www.kulinerzone.com/wp-pass.php" method="post">
<p>This post is password protected. To view it please enter your password below:</p>
<p><label for="pwbox-97">Password:<br />
<input name="post_password" id="pwbox-97" type="password" size="20" /></label><br />
<input type="submit" name="Submit" value="Submit" /></p></form>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kulinerzone.com/bakso-lezat-di-cirebon.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kuliner Cirebon di Bulan Puasa</title>
		<link>http://www.kulinerzone.com/zone-kuliner-cirebon-di-bulan-puasa.htm</link>
		<comments>http://www.kulinerzone.com/zone-kuliner-cirebon-di-bulan-puasa.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Aug 2011 05:24:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kulinerzone</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Khasiat Puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kulinerzone.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[RAMADHAN YA RAMADHAN Dalam rangka menghormati bulan suci ramadhan Empal gentong keraton tutup 4 hari dan buka kembali hari Jumat 5 Agustus 2011. Pada Idul Fitri 1 Syawal 1432 H kami mulai buka setelat Solat Id. Sebagai muslim yang sejati, kedatangan dan kehadiran Ramadhan yang mulia pada tahun ini merupakan sesuatu yang amat membahagiakan kita. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>RAMADHAN YA RAMADHAN</p>
<p>Dalam rangka menghormati bulan suci ramadhan Empal gentong keraton tutup 4 hari dan buka kembali hari Jumat 5 Agustus 2011. Pada Idul Fitri 1 Syawal 1432 H kami mulai buka setelat  Solat Id.</p>
<p>Sebagai muslim yang sejati, kedatangan dan kehadiran Ramadhan yang mulia pada tahun ini merupakan sesuatu yang amat membahagiakan kita. Betapa tidak, dengan menunaikan ibadah Ramadhan, amat banyak keuntungan yang akan kita peroleh, baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat<br />

<a href='http://www.kulinerzone.com/zone-kuliner-cirebon-di-bulan-puasa.htm/dscn0380-2' title='DSCN0380'><img width="150" height="150" src="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/DSCN03801-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="DSCN0380" title="DSCN0380" /></a>
<a href='http://www.kulinerzone.com/zone-kuliner-cirebon-di-bulan-puasa.htm/dsc_7846' title='DSC_7846'><img width="150" height="150" src="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/DSC_7846-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="DSC_7846" title="DSC_7846" /></a>
<a href='http://www.kulinerzone.com/zone-kuliner-cirebon-di-bulan-puasa.htm/dscn0380-3' title='DSCN0380'><img width="150" height="150" src="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/DSCN03802-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="DSCN0380" title="DSCN0380" /></a>
<a href='http://www.kulinerzone.com/zone-kuliner-cirebon-di-bulan-puasa.htm/dsc_7846-2' title='DSC_7846'><img width="150" height="150" src="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/DSC_78461-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="DSC_7846" title="DSC_7846" /></a>
<a href='http://www.kulinerzone.com/zone-kuliner-cirebon-di-bulan-puasa.htm/dscn9998' title='DSCN9998'><img width="150" height="150" src="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/DSCN9998-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="DSCN9998" title="DSCN9998" /></a>
<a href='http://www.kulinerzone.com/zone-kuliner-cirebon-di-bulan-puasa.htm/dscn0366' title='DSCN0366'><img width="150" height="150" src="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/DSCN0366-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="DSCN0366" title="DSCN0366" /></a>
</p>
<p><a href="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/DSCN9998.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-91" title="DSCN9998" src="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/DSCN9998-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><a href="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/DSCN0366.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-92" title="DSCN0366" src="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/DSCN0366-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>
<a href='http://www.kulinerzone.com/zone-kuliner-cirebon-di-bulan-puasa.htm/dscn0380-2' title='DSCN0380'><img width="150" height="150" src="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/DSCN03801-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="DSCN0380" title="DSCN0380" /></a>
<a href='http://www.kulinerzone.com/zone-kuliner-cirebon-di-bulan-puasa.htm/dsc_7846' title='DSC_7846'><img width="150" height="150" src="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/DSC_7846-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="DSC_7846" title="DSC_7846" /></a>
<a href='http://www.kulinerzone.com/zone-kuliner-cirebon-di-bulan-puasa.htm/dscn0380-3' title='DSCN0380'><img width="150" height="150" src="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/DSCN03802-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="DSCN0380" title="DSCN0380" /></a>
<a href='http://www.kulinerzone.com/zone-kuliner-cirebon-di-bulan-puasa.htm/dsc_7846-2' title='DSC_7846'><img width="150" height="150" src="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/DSC_78461-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="DSC_7846" title="DSC_7846" /></a>
<a href='http://www.kulinerzone.com/zone-kuliner-cirebon-di-bulan-puasa.htm/dscn9998' title='DSCN9998'><img width="150" height="150" src="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/DSCN9998-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="DSCN9998" title="DSCN9998" /></a>
<a href='http://www.kulinerzone.com/zone-kuliner-cirebon-di-bulan-puasa.htm/dscn0366' title='DSCN0366'><img width="150" height="150" src="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/DSCN0366-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="DSCN0366" title="DSCN0366" /></a>
<br />
kelak.</p>
<p><a href="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/DSC_78461.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-90" title="DSC_7846" src="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/DSC_78461-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p><a href="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/DSCN03802.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-89" title="DSCN0380" src="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/08/DSCN03802-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Disinilah letak pentingnya bagi kita untuk membuka tabir rahasia puasa sebagai salah satu bagian terpenting dari ibadah Ramadhan.</p>
<p>Dr. Yusuf Qardhawi dalam kitabnya Al Ibadah Fil Islam mengungkapkan ada lima rahasia puasa yang bisa kita buka untuk selanjutnya bisa kita rasakan kenikmatannya dalam ibadah Ramadhan.</p>
<p>1. Menguatkan Jiwa</p>
<p>Dalam hidup hidup, tak sedikit kita dapati manusia yang didominasi oleh hawa nafsunya, lalu manusia itu menuruti apapun yang menjadi keinginannya meskipun keinginan itu merupakan sesuatu yang bathil dan mengganggu serta merugikan orang lain. Karenanya, di dalam Islam ada perintah untuk memerangi hawa nafsu dalam arti berusaha untuk bisa mengendalikannya, bukan membunuh nafsu yang membuat kita tidak mempunyai keinginan terhadap sesuatu yang bersifat duniawi. Manakala dalam peperangan ini manusia mengalami kekalahan, malapetaka besar akan terjadi karena manusia yang kalah dalam perang melawan hawa nafsu itu akan mengalihkan penuhanan dari kepada Allah Swt. sebagai Tuhan yang benar kepada hawa nafsu yang cenderung  mengarahkan manusia pada kesesatan. Allah memerintahkan kita memperhatikan masalah ini dalam firman-Nya yang artinya: Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya. (QS 45:23)</p>
<p>Dengan ibadah puasa, maka manusia akan berhasil</p>
<p>mengendalikan hawa nafsunya yang membuat jiwanya menjadi  kuat, bahkan dengan demikian, manusia akan memperoleh  derajat yang tinggi seperti layaknya malaikat yang suci dan ini akan membuatnya mampu mengetuk dan membuka  pintu-pintu langit hingga segala do’anya dikabulkan oleh Allah Swt, Rasulullah Saw bersabda yang artinya: Ada  tiga golongan orang yang tidak ditolak do’a mereka: orang yang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil dan do’a orang yang dizalimi. (HR. Tirmidzi)</p>
<p>2. Mendidik Kemauan<br />
Puasa mendidik seseorang untuk memiliki kemauan yang sungguh-sungguh dalam kebaikan, meskipun untuk<br />
melaksanakan kebaikan itu terhalang oleh berbagai kendala. Puasa yang baik akan membuat seseorang terus<br />
mempertahankan keinginannya yang baik, meskipun peluang untuk menyimpang begitu besar. Karena itu, Rasulullah Saw.</p>
<p>menyatakan: Puasa itu setengah dari kesabaran.</p>
<p>Dalam kaitan ini, maka puasa akan membuat kekuatan rohani seorang muslim semakin prima. Kekuatan rohani yang prima akan membuat seseorang tidak akan lupa diri meskipun telah mencapai keberhasilan atau kenikmatan duniawi yang sangat besar, dan kekuatan rohani juga akan membuat seorang muslim tidak akan berputus asa meskipun penderitaan yang dialami sangat sulit.</p>
<p>3. Menyehatkan Badan<br />
Disamping kesehatan dan kekuatan rohani, puasa yang baik dan benar juga akan memberikan pengaruh positif berupa kesehatan jasmani. Hal ini tidak hanya dinyatakan oleh Rasulullah Saw, tetapi juga sudah dibuktikan oleh para dokter atau ahli-ahli kesehatan dunia yang membuat kita tidak perlu meragukannya lagi. Mereka berkesimpulan bahwa pada saat-saat tertentu, perut memang harus diistirahatkan dari bekerja memproses makanan yang masuk sebagaimana juga mesin harus diistirahatkan, apalagi di dalam Islam, isi perut kita memang harus dibagi menjadi tiga, sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk air dan sepertiga untuk udara.</p>
<p>4. Mengenal Nilai Kenikmatan<br />
Dalam hidup ini, sebenarnya sudah begitu banyak kenikmatan yang Allah berikan kepada manusia, tapi banyak pula manusia yang tidak pandai mensyukurinya. Dapat satu tidak terasa nikmat karena menginginkan dua, dapat dua tidak terasa nikmat karena menginginkan tiga dan begitulah seterusnya. Padahal kalau manusia mau memperhatikan dan merenungi, apa yang diperolehnya sebenarnya sudah sangat menyenangkan karena begitu banyak orang yang memperoleh sesuatu tidak lebih banyak atau tidak lebih mudah dari apa yang kita peroleh.</p>
<p>Maka dengan puasa, manusia bukan hanya disuruh memperhatikan dan merenungi tentang kenikmatan yang sudah diperolehnya, tapi juga disuruh merasaakan langsung betapa besar sebenarnya nikmat yang Allah berikan kepada kita. Hal ini karena baru beberapa jam saja kita tidak makan dan minum sudah terasa betul penderitaan yang kita alami, dan pada saat kita berbuka puasa, terasa betul besarnya nikmat dari Allah meskipun hanya berupa sebiji kurma atau seteguk air.</p>
<p>Disinilah letak pentingnya ibadah puasa guna mendidik kita untuk menyadari tinggi nilai kenikmatan yang Allah berikan agar kita selanjutnya menjadi orang yang pandai bersyukur dan tidak mengecilkan arti kenikmatan dari Allah meskipun dari segi jumlah memang sedikit dan kecil. Rasa syukur memang akan membuat nikmat itu bertambah banyak, baik dari segi jumlah atau paling tidak dari segi rasanya, Allah berfirman yang artinya: Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasati Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. (QS 14:7)</p>
<p>5. Mengingat dan Merasakan Penderitaan Orang Lain  Merasakan lapar dan haus juga memberikan pengalaman kepada kita bagaimana beratnya penderitaan yang dirasakan orang lain. Sebab pengalaman lapar dan haus yang kita rasakan akan segera berakhir hanya dengan beberapa jam, sementara penderitaan orang lain entah kapan akan berakhir. Dari sini, semestinya puasa akan menumbuhkan dan memantapkan rasa solidaritas kita kepada kaum muslimin lainnya yang mengalami penderitaan yang hingga kini masih belum teratasi, seperti penderitaan saudara-saudara kita di Ambon atau Maluku, Aceh dan di berbagai wilayah lain di Tanah Air serta yang terjadi di berbagai belahan dunia lainnya seperti di Chechnya, Kosovo, Irak, Palestina dan sebagainya.</p>
<p>Oleh karena itu, sebagai simbol dari rasa solidaritas itu, sebelum Ramadhan berakhir, kita diwajibkan untuk<br />
menunaikan zakat agar dengan demikian setahap demi setahap kita bisa mengatasi persoalan-persoalan umat yang  menderita. Bahkan zakat itu tidak hanya bagi kepentingan orang yang miskin dan menderita, tapi juga bagi kita yang mengeluarkannya agar dengan demikian, hilang kekotoran jiwa kita yang berkaitan dengan harta seperti gila harta, kikir dan sebagainya.  Allah berfirman yang artinya: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketentraman Jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha<br />
Mengetahui. (QS 9:103)</p>
<p>Sambut dengan Gembira,<br />
Karena rahasia puasa merupakan sesuatu yang amat penting bagi kita, maka sudah sepantasnyalah kalau kita harus menyambut kedatangan Ramadhan tahun ini dengan penuh rasa gembira sehingga kegembiraan kita ini akan membuat kita bisa melaksanakan ibadah Ramadhan nanti dengan ringan meskipun sebenarnya ibadah Ramadhan itu berat. Kegembiraan kita terhadap datangnya bulan Ramadhan harus kita tunjukkan dengan berupaya semaksimal mungkin memanfaatkan Ramadhan tahun sebagai momentum untuk mentarbiyyah (mendidik) diri, keluarga dan masyarakat kearah pengokohan atau pemantapan taqwa kepada Allah Swt,<br />
sesuatu yang memang amat kita perlukan bagi upaya meraih keberkahan dari Allah Swt bagi bangsa kita yang hingga kini masih menghadapi berbagai macam persoalan besar. Kita tentu harus prihatin akan kondisi bangsa kita yang sedang mengalami krisis, krisis yang seharusnya diatasi dengan memantapkan iman dan taqwa, tapi malah dengan menggunakan cara sendiri-sendiri yang akhirnya malah memicu pertentangan dan perpecahan yang justeru menjauhkan kita dari rahmat dan keberkahan dari Allah Swt.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kulinerzone.com/zone-kuliner-cirebon-di-bulan-puasa.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ramadhan ya Ramadhan</title>
		<link>http://www.kulinerzone.com/ramadhan.htm</link>
		<comments>http://www.kulinerzone.com/ramadhan.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Aug 2011 02:49:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kulinerzone</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[berkah puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kulinerzone.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[RAMADHAN YA RAMADHAN Dalam rangka menghormati bulan suci ramadhan Empal gentong keraton tutup 4 hari dan buka kembali hari Jumat 5 Agustus 2011. Dan untuk merayakan Idul Fitri kami buka setelah solat Idul Fitri 1432 H. Sebagai muslim yang sejati, kedatangan dan kehadiran Ramadhan yang mulia pada tahun ini merupakan sesuatu yang amat membahagiakan kita. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>RAMADHAN YA RAMADHAN</p>
<p>Dalam rangka menghormati bulan suci ramadhan Empal gentong keraton tutup 4 hari dan buka kembali hari Jumat 5 Agustus 2011. Dan untuk merayakan Idul Fitri kami buka setelah solat Idul Fitri 1432 H.<br />
Sebagai muslim yang sejati, kedatangan dan kehadiran Ramadhan yang mulia pada tahun ini merupakan sesuatu yang amat membahagiakan kita. Betapa tidak, dengan menunaikan ibadah Ramadhan, amat banyak keuntungan yang akan kita peroleh, baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat<br />
kelak.</p>
<p>Disinilah letak pentingnya bagi kita untuk membuka tabir rahasia puasa sebagai salah satu bagian terpenting dari ibadah Ramadhan.<br />
Dr. Yusuf Qardhawi dalam kitabnya Al Ibadah Fil Islam mengungkapkan ada lima rahasia puasa yang bisa kita buka untuk selanjutnya bisa kita rasakan kenikmatannya dalam ibadah Ramadhan.</p>
<p>1. Menguatkan Jiwa</p>
<p>Dalam hidup hidup, tak sedikit kita dapati manusia yang<br />
didominasi oleh hawa nafsunya, lalu manusia itu menuruti<br />
apapun yang menjadi keinginannya meskipun keinginan itu<br />
merupakan sesuatu yang bathil dan mengganggu serta<br />
merugikan orang lain. Karenanya, di dalam Islam ada<br />
perintah untuk memerangi hawa nafsu dalam arti berusaha<br />
untuk bisa mengendalikannya, bukan membunuh nafsu yang<br />
membuat kita tidak mempunyai keinginan terhadap sesuatu<br />
yang bersifat duniawi. Manakala dalam peperangan ini<br />
manusia mengalami kekalahan, malapetaka besar akan terjadi<br />
karena manusia yang kalah dalam perang melawan hawa nafsu<br />
itu akan mengalihkan penuhanan dari kepada Allah Swt<br />
sebagai Tuhan yang benar kepada hawa nafsu yang cenderung<br />
mengarahkan manusia pada kesesatan. Allah memerintahkan<br />
kita memperhatikan masalah ini dalam firman-Nya yang<br />
artinya: Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan<br />
hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya<br />
sesat berdasarkan ilmu-Nya. (QS 45:23)</p>
<p>Dengan ibadah puasa, maka manusia akan berhasil<br />
mengendalikan hawa nafsunya yang membuat jiwanya menjadi<br />
kuat, bahkan dengan demikian, manusia akan memperoleh<br />
derajat yang tinggi seperti layaknya malaikat yang suci<br />
dan ini akan membuatnya mampu mengetuk dan membuka<br />
pintu-pintu langit hingga segala do’anya dikabulkan<br />
oleh Allah Swt, Rasulullah Saw bersabda yang artinya: Ada<br />
tiga golongan orang yang tidak ditolak do’a mereka:<br />
orang yang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil dan<br />
do’a orang yang dizalimi. (HR. Tirmidzi)</p>
<p>2. Mendidik Kemauan</p>
<p>Puasa mendidik seseorang untuk memiliki kemauan yang<br />
sungguh-sungguh dalam kebaikan, meskipun untuk<br />
melaksanakan kebaikan itu terhalang oleh berbagai kendala.<br />
Puasa yang baik akan membuat seseorang terus<br />
mempertahankan keinginannya yang baik, meskipun peluang<br />
untuk menyimpang begitu besar. Karena itu, Rasulullah Saw<br />
menyatakan: Puasa itu setengah dari kesabaran.</p>
<p>Dalam kaitan ini, maka puasa akan membuat kekuatan rohani<br />
seorang muslim semakin prima. Kekuatan rohani yang prima<br />
akan membuat seseorang tidak akan lupa diri meskipun telah<br />
mencapai keberhasilan atau kenikmatan duniawi yang sangat<br />
besar, dan kekuatan rohani juga akan membuat seorang<br />
muslim tidak akan berputus asa meskipun penderitaan yang<br />
dialami sangat sulit.</p>
<p>3. Menyehatkan Badan</p>
<p>Disamping kesehatan dan kekuatan rohani, puasa yang baik<br />
dan benar juga akan memberikan pengaruh positif berupa<br />
kesehatan jasmani. Hal ini tidak hanya dinyatakan oleh<br />
Rasulullah Saw, tetapi juga sudah dibuktikan oleh para<br />
dokter atau ahli-ahli kesehatan dunia yang membuat kita<br />
tidak perlu meragukannya lagi. Mereka berkesimpulan bahwa<br />
pada saat-saat tertentu, perut memang harus diistirahatkan<br />
dari bekerja memproses makanan yang masuk sebagaimana juga<br />
mesin harus diistirahatkan, apalagi di dalam Islam, isi<br />
perut kita memang harus dibagi menjadi tiga, sepertiga<br />
untuk makanan, sepertiga untuk air dan sepertiga untuk<br />
udara.</p>
<p>4. Mengenal Nilai Kenikmatan</p>
<p>Dalam hidup ini, sebenarnya sudah begitu banyak kenikmatan<br />
yang Allah berikan kepada manusia, tapi banyak pula<br />
manusia yang tidak pandai mensyukurinya. Dapat satu tidak<br />
terasa nikmat karena menginginkan dua, dapat dua tidak<br />
terasa nikmat karena menginginkan tiga dan begitulah<br />
seterusnya. Padahal kalau manusia mau memperhatikan dan<br />
merenungi, apa yang diperolehnya sebenarnya sudah sangat<br />
menyenangkan karena begitu banyak orang yang memperoleh<br />
sesuatu tidak lebih banyak atau tidak lebih mudah dari apa<br />
yang kita peroleh.</p>
<p>Maka dengan puasa, manusia bukan hanya disuruh<br />
memperhatikan dan merenungi tentang kenikmatan yang sudah<br />
diperolehnya, tapi juga disuruh merasaakan langsung betapa<br />
besar sebenarnya nikmat yang Allah berikan kepada kita.<br />
Hal ini karena baru beberapa jam saja kita tidak makan dan<br />
minum sudah terasa betul penderitaan yang kita alami, dan<br />
pada saat kita berbuka puasa, terasa betul besarnya nikmat<br />
dari Allah meskipun hanya berupa sebiji kurma atau seteguk<br />
air. Disinilah letak pentingnya ibadah puasa guna mendidik<br />
kita untuk menyadari tinggi nilai kenikmatan yang Allah<br />
berikan agar kita selanjutnya menjadi orang yang pandai<br />
bersyukur dan tidak mengecilkan arti kenikmatan dari Allah<br />
meskipun dari segi jumlah memang sedikit dan kecil. Rasa<br />
syukur memang akan membuat nikmat itu bertambah banyak,<br />
baik dari segi jumlah atau paling tidak dari segi rasanya,</p>
<p>5. Mengingat dan Merasakan Penderitaan Orang Lain</p>
<p>Merasakan lapar dan haus juga memberikan pengalaman kepada<br />
kita bagaimana beratnya penderitaan yang dirasakan orang<br />
lain. Sebab pengalaman lapar dan haus yang kita rasakan<br />
akan segera berakhir hanya dengan beberapa jam, sementara<br />
penderitaan orang lain entah kapan akan berakhir. Dari<br />
sini, semestinya puasa akan menumbuhkan dan memantapkan<br />
rasa solidaritas kita kepada kaum muslimin lainnya yang<br />
mengalami penderitaan yang hingga kini masih belum<br />
teratasi, seperti penderitaan saudara-saudara kita di<br />
Ambon atau Maluku, Aceh dan di berbagai wilayah lain di<br />
Tanah Air serta yang terjadi di berbagai belahan dunia<br />
lainnya seperti di Chechnya, Kosovo, Irak, Palestina dan<br />
sebagainya.</p>
<p>Oleh karena itu, sebagai simbol dari rasa solidaritas itu,<br />
sebelum Ramadhan berakhir, kita diwajibkan untuk<br />
menunaikan zakat agar dengan demikian setahap demi setahap<br />
kita bisa mengatasi persoalan-persoalan umat yang<br />
menderita. Bahkan zakat itu tidak hanya bagi kepentingan<br />
orang yang miskin dan menderita, tapi juga bagi kita yang<br />
mengeluarkannya agar dengan demikian, hilang kekotoran<br />
jiwa kita yang berkaitan dengan harta seperti gila harta,<br />
kikir dan sebagainya.</p>
<p>Sambut dengan Gembira</p>
<p>Karena rahasia puasa merupakan sesuatu yang amat penting<br />
bagi kita, maka sudah sepantasnyalah kalau kita harus<br />
menyambut kedatangan Ramadhan tahun ini dengan penuh rasa<br />
gembira sehingga kegembiraan kita ini akan membuat kita<br />
bisa melaksanakan ibadah Ramadhan nanti dengan ringan<br />
meskipun sebenarnya ibadah Ramadhan itu berat.</p>
<p>Kegembiraan kita terhadap datangnya bulan Ramadhan harus<br />
kita tunjukkan dengan berupaya semaksimal mungkin<br />
memanfaatkan Ramadhan tahun sebagai momentum untuk<br />
mentarbiyyah (mendidik) diri, keluarga dan masyarakat<br />
kearah pengokohan atau pemantapan taqwa kepada Allah Swt,<br />
sesuatu yang memang amat kita perlukan bagi upaya meraih<br />
keberkahan dari Allah Swt</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kulinerzone.com/ramadhan.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Empal Gentong Enak Cirebon</title>
		<link>http://www.kulinerzone.com/empal-gentong-enak-cirebon.htm</link>
		<comments>http://www.kulinerzone.com/empal-gentong-enak-cirebon.htm#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jul 2011 04:32:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kulinerzone</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[lezaaat makanan khas cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[masakan khas cirebon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kulinerzone.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Empal Gentong Keraton Zone Kuliner Jl.Kartini 10 Cirebon Telp.0231.226461/242796 Empal Gentong paling lezat di Cirebon Menyantap hidangan berkuah asli Cirebon ini bukan hanya bikin kenyang tetapi juga bisa mengobati rasa kangen kampung. Sajian khas dari kota udang ini bisa jadi menu makan siang yang mantap. Cukup dimakan dengan nasi putih atau lontong plus sedikit sambal. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div>
<div>Empal Gentong Keraton</div>
<div>Zone Kuliner Jl.Kartini 10 Cirebon Telp.0231.226461/242796</div>
<div>Empal Gentong paling lezat di Cirebon</div>
</div>
<div>
<p><strong> </strong>Menyantap  hidangan berkuah asli Cirebon ini bukan hanya bikin kenyang tetapi juga  bisa mengobati rasa kangen kampung. Sajian khas dari kota udang ini  bisa jadi menu makan siang yang mantap. Cukup dimakan dengan nasi putih atau lontong  plus sedikit sambal. Rasanya gurih lezat!</p>
<p>Nama  empal gentong memang sesuai dengan bahan utama racikan hidangan berkuah  asal Cirebon ini. Nama empal menunjukkan bahan utamanya memang daging  sapi dengan sedikit lemak. Sedangkan sebutan gentong untuk menunjukkan  proses memasaknya memakai kuali atau periuk tanah liat.</p>
<p>Istilah  empal di Cirebon adalah gulai, bukan gepuk atau dendeng. Disebut  demikian karena dimasak paling sedikit lima jam dalam gentong atau kuali  menggunakan bahan bakar khusus, yaitu kayu dari pohon asam. Hal itu  guna menciptakan rasa dan tingkat keempukan daging.</p>
<p>Cara  memasak dengan kuali ini sudah dilakukan secara turun temurun. Wadah  tanah liat yang sudah dipakai bertahun-tahun akan memberi sentuhan rasa  sedap yang tiada tara. Tentu saja karena kerak bumbu sudah mengendap di  pori-pori tanah liatnya.</p>
<p>Pada  saat disajikan api harus tetap membara untuk menjaga suhu makan  standar. Paduan daun kucai sebagai penyedap sekaligus penetralisir lemak  serta sambal cabai kering dan kerupuk rambak menjadikan rasa yang khas.  Cabai kering ini dipakai supaya tidak menimbulkan sakit perut bagi  orang-orang yang tidak kuat pedas.</p>
<p>Salah  satu penjual empal gentong yang enak di Cirebon adalah  di Zone Kuliner Jl. Kartini 10 yang lokasinya dekat  dengan  Mesjid Agung At-Taqwa seb. Rel Kereta Api  Cirebon-Surabaya.  Ia mulai berjualan di tempat itu  sejak tahun 2009.  Setiap hari dibutuhkan 20 kilogram daging sapi.</p>
<p>Dari 20 kilogram daging tersebut, tidak semuanya murni daging tetapi ada  campurannya juga, seperti paru, babat, iso, tulang muda. Tinggal dipilih  sesuai dengan selera. &#8220;Kalau orang zaman dulu malah sempat pakai daging  kerbau. Itu juga karena populasinya masih banyak dan juga dipercaya  punya efek kuat untuk kebutuhan jasmani,&#8221; ujar  Sutiah (43) sambil  tersenyum.</p>
<p><strong>Kepala sapi</strong></p>
<p>Sesuai  dengan namanya, empal gentong, daging dimasak di dalam gentong dari  tanah liat selama lebih dari 10 jam. Yang dimasak tidak terbatas hanya  daging, tetapi juga jeroan seperti limpa, paru, hati, usus, babat,  bahkan kepala sapi. &#8220;Soalnya memang ada yang suka,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Pembeli  bisa memilih sendiri daging atau jeroan yang dikehendaki. Setelah itu  daging dalam gentong tadi akan dipotong kecil-kecil dan disiram dengan  kuah. Di atasnya lalu ditaburi bawang goreng dan daun bawang. Empal  gentong bisa disajikan dengan nasi atau lontong, sesuai selera  pengunjung.</p>
<p>Kini  empal gentong Keraton dijual Rp 13.000 per porsi. Sebagai pelengkap,  biasanya disediakan kerupuk lambak (kerupuk kulit kerbau) yang  didatangkan dari Plered, disebut derokdok.</p>
<p>Selain  di  Zona Kuliner  Jl. Kartini  10 Cirebon, empal gentong Keraton juga bisa di temukan  di beberapa tempat di Cirebon seperti di Kedawung,  empal gentong  Keraton bisa juga ditemukan di Jl. Raya Barat Karangampel Inderamayu.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kulinerzone.com/empal-gentong-enak-cirebon.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gule Kepala Ikan</title>
		<link>http://www.kulinerzone.com/gule-kepala-ikan.htm</link>
		<comments>http://www.kulinerzone.com/gule-kepala-ikan.htm#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jul 2011 02:44:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kulinerzone</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[gule kepala ikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kulinerzone.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Gule Kepala Ikan Mas Agus Alamat : Zona Kuliner Cirebon Jl. Kartini 10 Cirebon,  seb.rel KA Telp : (0231) 242796 Buka : 11.00-22.00 WIB (setiap hari) Jika dengar Gule Kepala Ikan, masakan Padang lah yang akan terlintas di kepala. Sekarang hadir ru mah makan sekaligus pelopor gule kepala ikan utuh di kota Cirebon. Gule kepala [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p style="text-align: left;">Gule Kepala Ikan Mas Agus<br />
Alamat : Zona Kuliner Cirebon Jl. Kartini 10 Cirebon,  seb.rel KA<br />
Telp : (0231) 242796<br />
Buka : 11.00-22.00 WIB (setiap hari)</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="http://www.koranjitu.com/fotoberita/83-gule-kapala-ikan.jpg" alt="" width="250" height="175" align="top" />Jika dengar Gule Kepala Ikan, masakan Padang lah yang akan terlintas di kepala. Sekarang hadir ru mah makan sekaligus pelopor gule kepala ikan utuh di kota Cirebon.</p>
<p style="text-align: justify;">Gule kepala ikan di sini dija min beda. Soalnya, ikan yang digunakan adalah ikan dengan berat minimal 8 ons, utuh. Selain gule kepala ikan, Zona Kuliner Jl.Kartini 10 Cirebon ini juga menyediakan menu lain seperti : Sate Kelinci, sate kambing, Bebek Goreng,  Baso Mercon, Soto Betawi, Bakmi Jawa Pak Man juga makanan Khas Cirebon seperti Empal kentong Keraton yang sudah dikenal paling enak di Cirebon.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang Zona Kuliner Cirebon menjadi tempat tujuan wisata setelah wisata  Ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati,  Keuntungan datang ke Zona Kuliner selain lokasinya ditengah kota yang berdekatan dengan mesjid agung At-Taqwa juga menyediakan makanan beragam,  tempat parkirnya  luas,  harganya juga murah meriah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kulinerzone.com/gule-kepala-ikan.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bebek Goreng</title>
		<link>http://www.kulinerzone.com/bebek-goreng.htm</link>
		<comments>http://www.kulinerzone.com/bebek-goreng.htm#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jul 2011 03:27:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rubani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[bebek goreng]]></category>
		<category><![CDATA[bebek goreng lezat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kulinerzone.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Zona Kuliner Cirebon terletak di Jl. Kartini 10 Telp.Pesanan 0231.226461. Disini menyediakan Makanan Khas Cirebon. Sabtu 23 Juli 2011, saya sekeluarga berkesempatan makan siang di Bebek Goreng H Slamet Kartosuro. Sebelumnya saya pernah menikmati bebek goreng H Slamet di  Zona Kuliner Jln Kartini 10 Cirebon, disini hanya saya saja yang mencoba bebek goreng sedang yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><a href="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/07/3.jpg"><img class="size-medium wp-image-55 alignleft" style="margin: 1px; border: 1px solid black;" title="3" src="http://www.kulinerzone.com/wp-content/uploads/2011/07/3-300x278.jpg" alt="" width="200" height="180" /></a>Zona Kuliner Cirebon terletak di Jl. Kartini 10  Telp.Pesanan 0231.226461. Disini menyediakan Makanan Khas Cirebon.<br />
Sabtu 23 Juli 2011, saya sekeluarga berkesempatan makan siang di Bebek Goreng H Slamet Kartosuro. Sebelumnya saya pernah menikmati bebek goreng H Slamet di  Zona Kuliner Jln Kartini 10 Cirebon, disini hanya saya saja yang mencoba bebek goreng sedang yang lainnya menikmati Baso mercon, Bakmi Jawa Pak Man dan Empal Gentong Keraton salah satu empal gentong yang enaaak di Cirebon ketika ke Solo kami ingin menikmati bebek goreng H Slamet di pusatnya. Kami tiba di Solo Balapan jam 10.15, kebetulan Winsen teman kantorku juga sedang berlibur di Kartosuro, sehingga dari stasiun Balapan kami memutuskan naik taxi ke rumah Winsen sekalian mengajak dia makan siang di H Slamet.<strong> </strong></p>
<p>Setelah beristirahat sebentar dan berbincang-bincang dengan Ibu Winsen, kami berempat berangkat  ke warung H Slamet dari Gembongan menggunakan mobil Winsen. Ternyata rumah H Slamet tidak jauh dari rumah Winsen. Konon dulu H Slamet malah menjadi pelanggan gas di toko Winsen.</p>
<p>Warung bebek goreng H Slamet terletak di Sedahromo Lor RT 01 RW 07 Kartosuro. H Slamet mulai berjualan bebek goreng pada tahun 1986 di pinggir jalan Solo-Jogja, dan sejak tahun 1992 pindah ke dalam kampung Sedahromo Lor karena terkena pelebaran jalan.</p>
<p>Saat ini warung H Slamet memiliki 17 karyawan yang bekerja di bagian dapur [12 orang] dan pelayanan [5 orang]. Bu Baryatin, istri H Slamet menjadi komandan di bagian dapur dan H Slamet sendiri menjadi pengawas di bagian pelayanan.</p>
<p>Kami sampai di warung H Slamet sekitar jam 11.15, agak terlalu cepat untuk makan siang, namun suasana warung sudah sangat ramai, penuh dengan pengunjung yang menikmati makan siang. Beruntung kami masih memperoleh satu meja kosong dengan tempat duduk lesehan di atas tikar. Kami pun kemudian memesan menu makan siang. Saya dan Winsen memesan dada bebek goreng, Ibunya Sania memesan paha bebek goreng dan adikku Aldi memesan kepala bebek goreng. Sedangkan untuk minuman kami memesan teh manis dan jeruk  panas.</p>
<p>Pesanan kami datang tidak lama kemudian. Bebek goreng disajikan dalam satu piring, lalapan dalam piring yang lain dan sambal koreknya disajikan dalam cobek tanah liat.</p>
<p>Bebek goreng adalah menu andalan di rumah makan ini. Bebek goreng  menggunakan bahan bebek  apkiran yaitu bebek yang sudah bertelur 4 kali selama kurang lebih 2 tahun. Penggunaan bebek apkiran ini karena dagingnya tidak mudah hancur seperti kalau menggunakan bebek muda. Bebek goreng ini direbus dulu bersama dengan bumbu sebelum digoreng, sehingga bumbunya meresap dan empuk.</p>
<p>Sambel korek adalah adalah sambal yang terbuat dari cabai rawit, bawang dan garam yang diulek kasar kemudian disiram jelantah bebek panas. Sambal korek ini menjadi salah satu menu andalan H Slamet dan menjadi trade mark dari bebek goreng H Slamet.</p>
<p>Menu makan siang saya kali berupa nasi, bebek goreng [dada] sambal korek dan lalapan kemangi.</p>
<p><a href="http://kulineronline.files.wordpress.com/2010/01/menu-makan-siangku.jpg">Makan Siangku</a></p>
<p>Kami pun kemudian menikmati makanan kami masing-masing.</p>
<p>Menikmati sepiring nasi hangat, ditemani bebek goreng, sambal korek dan lalapan terasa sangat nikmat. Bebek gorengnya ukurannya besar, dagingnya empuk, bumbunya terasa meresap sampai kedalam, rasanya gurih dgn sentuhan rasa manis dan aroma daun salam. Sedangkan sambal koreknya tidak terlalu pedas, penggunaan jelantah bebek memberikan rasa gurih lemak dan bumbu bebek goreng. Menurut saya, dibandingkan dengan di cabangnya bebek goreng di sini lebih lezat bin nyamleng.</p>
<p>Setelah selesai makan, saya membayar makan siang kami. Untuk makan berempat plus minum, saya hanya perlu membayar Rp. 60.000,00. Harga yang menurut saya tidak mahal untuk bisa menikmati bebek goreng H Slamet di tempat asalnya. Kami sekeluarga sempat berfoto di depan warung bebek goreng H Slamet.</p>
<p>Kelezatan bebek goreng H Slamet sudah diakui dan menyebar ke berbagai kota, terbukti sampai saat ini ada 34 cabang di luar kota Solo. Cabang-cabang tersebut tidak menggunakan system franchise tetapi menggunakan system menunjang kerjasama. Dengan system ini, H Slamet memmbimbing mitranya selama tiga bulan dan dapat diperpanjang apapabila belum mampu mandiri. Sedangkan persyaratan detil dari kerjasama merupakan rahasia Pak Slamet dan mitranya.</p>
<p><strong>Daftar Harga:</strong><br />
1. Paha: Rp. 11.500,00<br />
2. Dada: Rp. 12.000,00</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kulinerzone.com/bebek-goreng.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Resep Empal Gentong Asli</title>
		<link>http://www.kulinerzone.com/resep-empal-gentong-asli.htm</link>
		<comments>http://www.kulinerzone.com/resep-empal-gentong-asli.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2011 17:50:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kulinerzone</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[resep empal gentong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kulinerzone.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Bahan : 3 sdm minyak goreng untuk menumis 3 kuntum bunga cengkih 1 batang serai,memarkan 3 helai daun jeruk 1 kg daging tetelan (daging bergajih), rebus sampai empuk,tiriskan,potong-potong dagingnya sesuai selera.Bisa juga dikombinasikan dengan jerohan jika suka ( usus,babat,paru ).Untuk jerohan,masing-masing rebus sampai matang,tiriskan,buang airnya,potong-potong 750 cc santan cair 250 cc santan kental 1 sdm [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><strong>Bahan :</strong><br />
3 sdm minyak goreng untuk menumis<br />
3 kuntum bunga cengkih<br />
1 batang serai,memarkan<br />
3 helai daun jeruk<br />
1 kg daging tetelan (daging bergajih), rebus sampai empuk,tiriskan,potong-potong dagingnya sesuai selera.Bisa juga dikombinasikan dengan jerohan jika suka ( usus,babat,paru ).Untuk jerohan,masing-masing rebus sampai matang,tiriskan,buang airnya,potong-potong<br />
750 cc santan cair<br />
250 cc santan kental<br />
1 sdm air asam jawa<br />
3 helai daun salam</p>
<p><strong>Bumbu halus :</strong><br />
3 siung bawang putih<br />
6 siung bawang merah<br />
4 buah kemiri sangrai<br />
2 sdt ketumbar<br />
1 sdt merica<br />
1/4 sdt jintan bubuk<br />
1 sdt jahe cincang<br />
1 sdt kunyit bakar cincang<br />
1/2 sdm lengkuas parut</p>
<p><strong>Cara membuatnya</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Panaskan minyak dan tumis bumbu halus sampai wangi. Masukkan cengkeh,serai,daun jeruk,daun salam.Aduk sampai layu. Masukkan daging.Aduk. Tambahkan santan cair hingga mendidih dan bumbu matang. Terakhir masukkan santan kental dan air asam,aduk jangan sampai pecah. Masak hingga mendidih. Matikan</p>
<p><strong>Pelengkap :</strong><br />
- daun kucai, iris tipis<br />
- bawang goreng<br />
- kerupuk kulit goreng<br />
- sambal cabe merah bubuk<br />
- lontong/nasi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kulinerzone.com/resep-empal-gentong-asli.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://analytics.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://analytics.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Analytics Code -->

