Welcome to Kulinerzone
Cirebon sebagai kota pantai dan persinggahan, dikenal juga dengan sajian kulinernya yang sedap dan mantap. Mulai dari suguhan kaki lima, warungan, hingga restoran berkelas menjadi pilihan penikmat kuliner.
Berkunjung ke Kota Cirebon hanya sehari semalam bukan berarti tak bisa berwisata, apalagi untuk urusan kuliner. Banyak tempat makan yang bisa dituju sejak mentari terbit sampai malam menjemput. Lokasinya pun tak berjauhan. Dengan naik becak, ongkosnya Rp 20.000-Rp 25.000, keliling kota sambil memanjakan perut boleh dicoba.
Berburu kuliner bisa dimulai pagi hari. Untuk sarapan, nasi jamblang menjadi pilihan memuaskan. Nasi jamblang adalah nasi yang dibungkus daun jati dan sudah populer sejak 1930-an sebagai bekal para pelaut.
Para penjual nasi jamblang menyediakan berbagai macam lauk-pauk, dari tahu dan tempe goreng atau bacem, ikan asin, cumi-cumi, sampai ayam, daging, serta sate telur. Nasi Jamblang Mang Doel di Jalan Cipto Mangunkusumo dekat Grage Mall dan Nasi Jamblang Pelabuhan di dekat Kelenteng Tiao Kak Sie (Dewi Welas Asih) adalah sasaran menarik.
Setidaknya ada 25 macam lauk disajikan di Nasi Jamblang Mang Doel. Adapun Nasi Jamblang Pelabuhan punya kelebihan lain, yaitu nasinya selalu hangat sehingga menambah cita rasa. Kedua warung sederhana ini buka pukul 06.00 dan biasanya sudah habis menjelang makan siang.
Lain sarapan, lain pula makan siang. Empal gentong dan empal asem boleh menjadi pilihan. Makanan berkuah ini berisi jeroan sapi, tetapi jika pantang makan jeroan, daging pun tersedia. Makanan ini biasanya dimakan dengan lontong dan kerupuk kulit kerbau. Bedanya, empal gentong bersantan, sedangkan empal asem tak bersantan dan terasa segar karena ditambah belimbing wuluh di kuahnya. Empal Gentong Mang Darma berada di daerah Krucuk, sedangkan Warung Amarta yang menyajikan empal asem ada di daerah Plered, Jalan Raya Cirebon-Bandung.
Pilihan menu lain adalah nasi lengko, yaitu nasi dengan irisan tahu, tempe, daun seledri, bawang goreng, dan tauge, dihidangkan dengan bumbu kacang serta kecap. Nasi lengko paling populer adalah Nasi Lengko Pagongan yang disajikan dengan sate kambing. Harga satu porsi nasi lengko dan sate kambing hanya Rp 24.000.
“Paling ramai kalau siang hari. Jadi, kalau datangnya sore, lebih sepi. Di sini buka sampai jam 21.00,” ujar Barno (60), si pedagang. Menginjak malam, sajian laut (seafood) sudah menanti. Tak sulit mencari seafood di Kota Udang. Jangan lupa mencicipi udang bakarnya karena tak lengkap rasanya berkunjung ke Cirebon tanpa merasakan udang bakar. Seafood Mang Moel adalah salah satu warung seafood di Cirebon yang terkenal karena udang bakarnya. Seporsi udang bakar cukup untuk 2-3 orang.
Selain Mang Moel, deretan warung seafood kaki lima banyak terdapat di sekitar alun-alun. Tak jauh dari sana, di Jalan Kartini, ada juga beberapa warung yang menawarkan menu bandeng tanpa duri yang disajikan dengan nasi hangat dan sambal kecap. Harganya relatif murah, Rp 10.000-15.000 per porsi.
Satu lagi menu santap malam yang tak boleh dilewatkan adalah mi koclok. Ada dua pilihan, Mi Koclok Jatimerta di dekat rel di Jalan Kartini atau Mi Koclok Panjunan tak jauh dari Masjid Merah Panjunan. Mi kuning dengan taburan irisan daging ayam, telur, tauge, dan daun bawang diberi kuah tepung kanji. Rasanya makin mantap dengan sambal merahnya yang pedas. Tak jauh dari Masjid Panjunan, sekitar 800 meter, juga ada Ayam Goreng Bahagia yang tak pernah sepi pengunjung. Jadi, jika bosan berkunjung ke keraton dan atau batik trusmi, berburu kuliner di Cirebon bisa menjadi alternatif baru untuk piknik sehari.
